 |
| http://www.huffingtonpost.com/nipa-shah/respect-its-earned-not-gi_b_9213498.html |
Kehilangan rasa respek mungkin sudah dialami oleh kita semua. Kecanggihan teknologi membuat kita lupa akan diri kita?. No. Bukan itu alasannya. Respek kita hilang karena kita menyetarakan kita dengan orang lain. Berarti langsung atau tidak langsung teknologi.......udah nggak ada kaitannya dengan kemajuan teknologi. Kembali ke kitanya aja. Udah pernah diajarin respek ke orang kan?. Rasa hormat. Sifat kita terhadap seseorang, sifat kita terhadap perilaku seseorang, dan sikap kita menghadapi seseorang. Rasa hormat telah kita pelajari bahkan saat diawal-awal umur kita mengenal huruf dan angka.Teman seumuran kita juga harus kita kasih respek atas kegigihannya misalnya menang olimpiade, menjadi orang terkenal, dan menjadi pengusaha terkenal. "Wah, hebat lu bro bisa kayak gini gitu, gue salut ama kegigihaan lo" walaupun terdengar simpel tapi perasaan orang yang mendengar kata-kata ini pasti sangat senang. Respek juga berlaku sekarang di era digital. Ketika kita memposting suatu kata, artikel, gambar, atau apapun milik orang lain pastikan cantumkan sumber yang jelas darimana kau mendapatkannya. Bukan malah posting sana, posting sini dengan cantumin sumber cuman ditulis "dari google, bro". Perasaaan kamu dimana coba, ketika barang kamu dipinjam orang lain tapi cuman ngomong "Bro pinjem" setelah dikembalikan nggak utuh lagi. Sakit, pasti. Hotel, Trivago (apasih). Yang pasti, sebelum ngeposting sesuatu pastikan sumber udah ditangan deh, biar yang punya karya pas ikutan liat postingan kamu nggak sakit hati terus dilaporin ke polisi soal undang-undang ITE. Ada pepatah bilang "Pengen dapet respek, ya harus ngerespekin orang"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar